Wednesday, 25 March 2015

Ten O'clock At Night






Title: Ten O’clock At Night

Author :DeidaraKyu

Main Cast: D.O Kyungsoo (EXO) & Luhan

Genre: Horror




D.o melepaskan headphone dari telinganya, lalu berjalan gontai menuju jendela apartemen. Dia bisa melihat dengan jelas perumahan dan lampu-lampu kota Seoul yang indah. Lalu lintas masih terlihat padat, D.o lalu melirik jam tangannya. Sudah hampir jam sepuluh malam, tapi Luhan hyungnya belum pulang juga. D.o merapatkan sweaternya, malam itu terasa dingin meskipun pemanas ruangan sudah dinyalakan.

Ini adalah pertama kalinya dia menginap di apartement hyungnya. Terasa sunyi, hanya terdengar denting jam dinding disudut ruangan. D.o mendesah panjang lalu kembali duduk dan menyelesaikan game di komputernya, tiba-tiba dia merasakan semilir angin mengenai tengkuknya. D.o menoleh , tidak ada apa-apa dibelakangnya, ia mengabakainnya. D.O bukanlah penakut, hanya saja dia tidak bisa mengabaikan detak jantungnya yang terpacu lebih cepat dari biasanya. D.o kembali memasang headphonenya, tapi saat itu juga D.o mendengar sesuatu yang jatuh dari arah dapur. Ia menoleh dengan cepat, suasananya hening jadi DO bisa mendengar suara itu dengan jelas.

“Suara apa? Tidak mungkin ada kucing atau tikus di apartement ini,”ujarnya pada diri sendiri. Lalu dengan pelan dia berjalan menuju arah dapur. Semuanya tampak seperti semula ketika dia meninggalkan ruangan itu sebelumnya. Hanya saja satu bungkus ramen tergeletak begitu saja di lantai. D.o memungutnya, lalu mengamatinya. Mata bulatnya bergerak cepat meneliti seluruh sudut dapur itu, tapi D.o sangat ingat bahwa dia tidak meletakkannya dimanapun. Karena hari itu dia tidak memkan ramen. D.o hanya mengangkat bahunya.

Ting Tong..

D,o menoleh ketika mendengar bunyi bel pintu berbunyi, tidak terlalu menyadari ketika dia terlihat bernafas lega. Ia lalu berjalan cepat ke arah pintu apartement “Hyung akhirnya kau pulang juga,”

D.o membuka pintu dan melihat hyungnya berdiri kaku di ambang pintu. Dia terlihat seperti anak kecil yang kedinginan, pikir D.O. Bajunya terlihat basah, hanya mengenakan sweater tipisnya dan membawa sebuah bungkusan di tangan kirinya. Ia lalu menyerahkannya pada D.O.

“Aku ingin makan ini,” ujarnya sembari melangkahkan kakinya memasuki apartement. D.o melongok bungkusan itu dan melihat empat butir telur ayam didalamnya. D.o lalu tersenyum lucu.

“Hyung kau ini lucu, kitakan masih punya telur kenapa kau membeli lagi. Bukannya kau tadi mengirimi pesan bahwa kau sudah makan diluar,?” D.O mengamati hyungnya, ada sesuatu yang aneh pada Luhan. Hari ini memang dingin sekali, tapi diluar tidak hujan. Jadi kenapa Luhan trlihat basah kuyup. Luhan terduduk di atas sofa, pandangannya terlihat kosong dan wajahnya sangat pucat. Dia hanya diam tidak menjawab pertanyaan D.O.

“Hyung kau baik-baik sajakan? Jika tahu hujan kenapa tidak memakai jaketmu? Aku ingat kau membawa jaket hari ini ke kampus, dan kupikir kau akan pulang terlambat sesuai pesan yang kau kirim”

“Aku selalu datang pukul sepuluh malam. Masakkan saja telurnya,” perintahnya dengan nada tenang, tapi ada tekanan pada ucapannya. D.O tidak membantah, ia segera menuju dapur. Beberapa kali D.o masih melirik Luhan yang duduk tidak bergerak ditempatnya.

“Cepat ganti bajumu hyung, kau bisa sakit jika baju basah itu masih kau pakai,” ujar D.O dari arah dapur, tapi tidak ada sahutan. Mungkin hyungnya lelah, itulah yang dipikirkan D.O. Ia segera memecah telur, tapi segera melepaskannya ketika telur pertama yang dipecahnya berwarna merah dan baunya sungguh luar biasa anyir.

“Apa ini?” teriaknya. Ia sangat terkejut dan juga bingung, lalu memecahkan tiga telur yang tersisa dan semuanya sama saja, baunya sangat anyir. D.O hampir muntah dibuatnya, perutnya mual berlebihan. Dengan segera D.O membuangnya ketempat sampah. Tapi belum hilang rasa kagetnya, dia mendengar bel apartemen berbunyi, dengan spontan D.O melirik arlojinya.

“Siapa yang mau bertamu jam segini? Hyung?” D.O memanggil Luhan, tapi tidak ada yang menyahut. D.O segera menuju ruang tamu dan sempat melihat bayangan hyungnya menghilang dibalik pintu kamarnya. D.O mengabaikannya karena mungkin hyungnya butuh istirahat, dia segera berlari kearah pintu dan membukanya.

“Hai, kupikir kau pingsan atau apa? lama sekali membuka pintu,” ujar Luhan dengan ceria. Ia mengenakan jaket hitamnya , sama dengan yang ia pakai tadi pagi. Menyandang ranselnya seperti biasa. Wajahnya terlihat lelah, tapi tersenyum ceria seperti biasanya. Tentu saja apa yang dilihat D.O sekarang membuatnya takut. Dia yakin bahwa Luhan sudah pulang sejak sepuluh menit yang lalu.

“Hyungg??? ke..kenapa kau diluar?” D.O tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Mata bulatnya membelalak lebar.

“Tentu saja aku diluar, akukan baru pulang. Kau ini bagaimana, ini aku belikan jjangmyeon. Aku sudah makan disana, jadi tidak perlu memasak,” ujar Luhan, dia meletakan bungkusan di atas meja lalu membuka sepatunya. “Ada apa denganmu? Ada yang aneh denganku?” ujar Luhan ketika melihat wajah tegang D.O.

“Hyung kau sudah pulang dari sepuluh menit yang lalu,”

***

Ten O'clock At Night adalah hantu yang sering menyerupai penghuni apartement, dan mereka selalu mengujungi para tamu apartement pada pukul sepuluh malam.

No comments:

Post a Comment